Gejala pertama dari emosi yang berbahaya seperti stress cenderung dirasakan dalam bentuk sakit kepala, masalah lambung (seperti, asam lambung,gas lambung bahkan tukak lambung), usus kecil, usus besar serta masalah kulit. Jika seseorang tidak mampu menangani inti dari stress tersebut, maka gejala gejala tersebut akan menjadi semakin kronis.
…………
Gejala
lanjutan selanjutnya dapat timbul dengan adanya tanda tanda seperti
susah tidur, berat badan bertambah atau berkurang, perasaan lelah,
pikiran yang makin lambat dan sulit berkonsentrasi/fokus.
Emosi yang mematikan penyakit penyakit yang diakibatkannya :
1. Kebencian dan iri hati
Kebencian dan iri hati dapat memicu tekanan darah tinggi, sakit kepala, sakit jantung dan tukak lambung.
………..
2. Kesombongan
Ketika rasa sombong hadir atau muncul maka akan memicu sakit mental, stroke, serangan jantung, dan yang lebih fatal adalah kematian.
………
3. Ketakutan dan kekhawatiran
Kedua perasaan tersebut akan memicu sakitjantung, sakit jiwa, panik, depresi, serangan jantung dan phobia.
………
4. Kemarahan
Rasa marah akan memicu serangan jantung, rematik, gagal jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan tukak lambung.
………..
Sebaiknya
kita tidak mengabaikan inti dari emosi emosi seperti uraian diatas.
Karena gejala gejala tersebut berpotensi menimbulkan penyakit yang
membutuhkan tindak lanjut medis seperti operasi, kemoteraphy, obat
obatan dosis tinggi atau penanganan medis yang lebih serius lagi.
………….
Berikut beberapa cara untuk menetralisir emosi negatif dan semoga hal ini bermanfaat jika Anda terapkan :
………
1. Respon yang benar
Dalam
hal ini kita mengambil salah satu contoh yaitu Charles Swindoll yang
dalam salah satu tulisannya mengatakan bahwa semakin bertambah usia
semakin yakin bahwa kehidupan adalah 10% dari apa yang terjadi pada kita
dan 90% adalah dari bagaimana kita memberikan respon.Hal ini
menunjukkan bahwa kita mempunyai pilihan untuk memilih respon yang
positif atau negatif. Kita bebas memilih salah satu dari 2 respon
tersebut namun kita akan terikat dengan konsekuensi (akibat) dari respon
yang kita pilih. Jika kita berusaha untuk mengalahkan hawa nafsu yang
cenderung mengajak kepada respon yang negatif maka kita akan memilih
respon yang positif dan hasil/akibatnya adalah hal yang positif pula.
(Memang terasa berat di awalnya namun manis akibatnya).
……….
2. Miliki kepercayaan yang benar dalam diri
Caranya
adalah ganti kepercayaan yang salah dengan kepercayaan yang benar yaitu
dengan melakukan self-talk (afirmasi) yaitu dengan mengatakan hal hal
positif kepada diri kita. Contoh kecilnya “saya harus bisa, saya harus
berhasil mengatasi masalah ini, dan masa depan saya harus cerah”dan
Jangan lupa menambahkan kata "Insya Allah", agar Allah,SWT memberikan
kemudahan dalam segala masalah dan urusan yang kita hadapi. Sesungguhnya
Allah,SWT mengikuti prasangka hamba-Nya. Jika hamba-Nya berprasangka
baik, Allah,SWT akan menjadikan kebaikan dan sebaliknya.
………
3. Miliki hati dengan penuh syukur
Hal
yang terdengar sederhana dan berat melakukannya pada mulanya namun akan
terasa manis dan indah akibatnya. Namun dengan bersyukur terhadap
segala keadaan maka rasa khawatir atau kecemasan perlahan akan lepas
dari diri kita. Selanjutnya hati akan menjadi lebih merasa tenang dan
bahagia, dan akhirnya memicu perilaku yang positef dalam diri kita.
Allah,SWT akan menambah nikmat-Nya jika hamba-Nya bersyukur dan
sebaliknya.
……….
4. Miliki hati dengan penuh maaf.
Hal
ini juga tak mudah, memberi maaf kepada orang yang melukai, menyakiti
diri kita memang sangat sulit. Tetapi bukan berarti harga mati dan kita
terus dalam rasa dendam yang tak berkesudahan. Rasa dendam tak akan
menyelesaikan masalah, namun dengan memberi maaf maka secara perlahan
emosi yang tadinya meledak ledak akan menurun. Rasa
dendam/benci/permusuhan akan memicu ketegangan syaraf pada medulla
oblongata pada batang otak, akibatnya denyut nadi akan meningkat, saraf
parasimpatik (alam bawah sadar) yang mengatur pernafasan akan terganggu
yang memicu penurunan kadar Oksigen yang masuk ke dalam paru-paru dan
berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan dan jantung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar