Rabu, 19 September 2012

Derita Anak Obesitas


Jumlah anak dengan obesitas mengalami peningkatan. Akibatnya, kini semakin banyak penyakit generative pada anak.
Sudah 8 bulan terakhir, Doni menyuntikkan insulin ke tubuhnya. Walaumasih berusia 17 tahun, remaja yang terbilang gemuk ini sudah dinyatakan menderita diabetes mellitus (penyakit kencing manis). Penyakit ini terdiagnosa setahun yang lalu. Awalnya Doni merasa berat badannya menurun, meskipun pola makannya tidak berubah. Ia sering buang air kecil dan terbangun di malam hari, untuk ke kamar mandi.
            Dari hasil pemeriksaan kadar  gula darah, yang didukung berat badan atau indeks masa tubuh (IMT), Doni didiagnosa menderita diabetes tipe 2. Ny. Asih, ibunya Doni, tidak habis piker anaknya bisa kena diabetes. Penyakit ini biasanya diderita oleh orang dewasa.
            Sejak kecil, tubuh Doni terbilang sangat gemuk. Di usia 5 tahun, berat badannya 30 kg. Masuk SMA, berat badannya 85 kg dengan tinggi 160 cm. Kondisi ini, sebenarnya, membuat ia minder di sekolah, terutama jika berhadapan dengan teman wanita.
            Tapi Doni tidak sendirian. Kini, semakin banyak anak kegemukan bahkan sudah obesitas. Dampaknya, makin banyak anak yang mengidap penyakit metabolic. Faktor genetic dan kurangnya pengetahuan orang tua atau pandangan yang salah bahwa anak yang gemuk adalah sehat dan menggemaskan, merupakan factor yang menyebabkan anak menjadi obesitas.
            Orang tua sering tidak menyadari bahwa anak yang obesitas dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolestero. Berat badan berlebihan juga memberi tekanan yang lebih pada tulang dan bisa menghambat pertumbuhan.
            Obesitas anak bisa disebabkan oleh hormone dan factor genetic tetapi umumnya karena anak makan terlalu banyak dan kurang olah fisik. Makanan yang dapat menyebabkan obesitas adalah yang tinggi lemak dan kalori seperti fast food (makanan cepat saji), kue-kue yang manis, minuman soda dan permen. Selain makanan, kurangnya olah fisik dan melakukan kegiatan yang kurang aktif seperti nonton TV dan bermain video games dapat menyebabkan berat badan anak terus bertambah.
            Banyak penyakit yang bisa dialami anak obesitas. Diantaranya penyakit-penyakit yang dulunya tidak pernah diidap oleh anak-anak seperti diabetes, darah tinggi dan penyakit jantung. Disamping itu, anak-anak obesitas beresiko menderita  penyakit saluran pernafasan dan asma.
            Anak-anak dengan berat badan berlebih atau kegemukan akan mengalami kesulitan untuk bergerak dan terganggu pertumbuhannya karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang.
            Dalam pengobatan, anak ditangani berbeda dengan orang dewasa.Makan mereka tidak dikurangi, tetapi proporsinya disesuaikan. Selain itu, anak juga dituntut untuk lebih aktif dengan berolahraga. Dalam kasus Doni, pengaturan pola makan dan olahraga tidak cukup untuk mengendalikan kadar gula darahnya. Penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yang diderita  dapat akhirnya berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 1 dan untuk itu diperlukan suntikan insulin dan obat oral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar